GUNUNGKIDUL, DIY, LAJUSIAR.COM — Seorang anak buah kapal (ABK) perahu jukung meninggal dunia saat berada di perairan Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (31/8/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Samson Parlindungan Marbun, 32 tahun, warga Jalan Sempurna, Talang Mandi, Mandau, Riau. Berdasarkan laporan Satlinmas Rescue Istimewa Pantai Sadeng, korban meninggal ketika perahu yang ditumpanginya dalam perjalanan menuju daratan.
Korban Sempat Mengeluh Sakit
Peristiwa tersebut bermula ketika korban bersama aktivitas melaut seperti biasa pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Memasuki Senin dini hari, sekitar pukul 04.30 WIB, korban menghubungi pihak pemilik perahu yang berada di darat. Dalam komunikasi tersebut, korban meminta untuk dijemput karena mengeluhkan sakit pada bagian dada.
Pemilik perahu kemudian bergerak menuju lokasi untuk menjemput korban dan membawanya kembali ke daratan.
Namun, sebelum tiba di lokasi tujuan, kondisi korban memburuk. Saat perahu sampai di titik yang ditentukan, korban dilaporkan sudah meninggal dunia.
Lokasi kejadian berada di sekitar Gunung Gandul, sebelah barat Pantai Sadeng, wilayah Kapanewon Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Tim SAR Lakukan Evakuasi
Setelah menerima laporan, Tim SAR Pantai Sadeng bersama Polairud dan warga nelayan setempat langsung melakukan proses evakuasi.
Jenazah korban kemudian dibawa menuju Pos SAR Pantai Sadeng untuk dilakukan identifikasi dan penanganan lebih lanjut bersama petugas Puskesmas Girisubo.
Dalam proses evakuasi tersebut, sejumlah unsur turut terlibat, di antaranya Tim SAR Pantai Sadeng, Polairud Sadeng, Puskesmas Girisubo, serta nelayan setempat.
Diduga Mengalami Serangan Jantung
Berdasarkan hasil penanganan awal yang tercantum dalam laporan Satlinmas Rescue Istimewa, korban teridentifikasi meninggal dunia akibat dugaan serangan jantung.
Keluhan sakit pada bagian dada yang disampaikan korban sebelum dijemput menjadi salah satu informasi dalam penanganan kejadian tersebut.
Peristiwa ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap kondisi kesehatan para nelayan dan awak kapal, terutama ketika melakukan aktivitas melaut dalam waktu yang panjang.
Hingga proses evakuasi selesai, tercatat satu orang meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Seluruh proses penanganan berlangsung dengan melibatkan unsur SAR, aparat keamanan, tenaga kesehatan, dan masyarakat nelayan di kawasan Pantai Sadeng.

